28 Oktober 2009

eN Ha Kid's Berbagi parcel lebaran

0 komentar
Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar….Hari ini, Senin 13 Oktober 2008 gema Takbir mengiringi langkah anak-anak Play Group dan TKIT Nur Hidayah Surakarta untuk bersilaturahim ke tetangga-tetangga disekitar kompleks Sekolah. Mereka berjalan beriringan sambil membawa parcel berisi makanan dan minuman yang mereka bawa dari rumah. Alhamdulillah parcel yang terkumpul sebanyak 35 buah. Sebelum parcel dibagikan, para murid dibantu oleh ustadz-ustadzah membuat dan menghias sendiri parcel-parcel tersebut.
“Assalamu’alaikum bu,…Saya dari TKIT Nur Hidayah, Mohon maaf lahir dan batin”,ucap Wafia murid Kelompok B sambil menyerahkan parcel yang ia bawa. Ia dan teman-teman yang lain sangat senang bisa berbagi dengan para tetangga. Kegiatan berbagi parcel lebaran ini memang baru yang pertama kali diselenggarakan oleh PG & Tkit Nur Gidayah Surakarta. Kegiatan ini juga merupakan Puncak Tema ”Ceria di Hari Raya Idul Fitri”. Anang Istanto, Kepala Sekolah PG & TKIT Nur Hidayah Surakarta berharap agar dengan kegiatan ini anak-anak memiliki empati dan kepekaan sosial terhadap sesamanya terutama dengan lingkungan sekitar. Anang menambahkan meskipun kegiatan ini sederhana, Insyaallah akan menumbuhkan memori positif yang besar bagi perkembangan sosial anak-anak.
selengkapnya ...

20 Agustus 2009

WELCOME RAMADHAN MUBARAK

0 komentar
Pagi itu, kamis, 20 Agustus 2009, tiga buah kereta kelinci berjajar rapi didepan PG dan TKIT Nur Hidayah Surakarta yang terletak di jalan semangka no 57 Kerten Laweyan Surakarta. Usut punya usust ternyata kereta itu telah dipesan oleh panitia Tarhib Ramadhan PG & TKIT Nur Hidayah Surakarta untuk konvoi menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Kegiatan yang bertajuk “Welcome Ramadhan Mubarak “tersebut di ikuti oleh 155 anak PG & TKIT beserta seluruh guru & karyawannya. Arak-arakan tersebut berjalan dari lokasi menuju perumahan fajar indah, melewati tugu boto klodran lurus ke utara dan belok kanan melewati Asrama Haji donohudan kebarat terus sampai ke bandara Adi Sumarmo ke selatan belok kiri pada perempatan colomadu-kartasura lurus menuju Jl. Adi sucipto dan kembali ke Kampus PG & TKIT Nur Hidayah .
Kegiatan itu di lengkapi dengan mobil pick up sebagai perintis sekaligus wowo-woro kepada masyarakat tentang pentingnya bulan ramadhan. Kereta kelinci yang di muati oleh anak-anak dan guru dilengkapi jadwal imsakiyah ramadhan 143o H yang di ikatkan pada sekuntum bunga mawar tanda kasih sayang. Kemudian di serahkan kepada warga sekitar. Adajuga sepanduk yang berisi tentang tulisan motivatif tentang bulan ramadhan misalnya, “ puasa yuuk, ngedohi maksiat supoyo slamet neng akhirat”
Kegiatan ini bertujuan selain untuk syiar sekolah, juga sebagai sarana pendidikan kepada masyarakat untuk menyambut bulan suci ramadhan 1430 H. Welcome Ramadhan Mubarak. ( Humas eNHa Kids)


selengkapnya ...

14 Mei 2008

Pentingnya Kegiatan Fisik Motorik

0 komentar
PENTINGNYA KEGIATAN FISIK MOTORIK BAGI PERKEMBANGAN INTELEKTUAL, SOSIAL DAN SPIRITUAL ANAK

Bu guru, mengapa anak saya belum bisa duduk tenang ? Fulan bisanya hanya lari-lari, main-main saja. saya khawatir, nanti dia ketinggalan pelajaran. Pernahkan kita sebagai pendidik mendengar pertanyaan tersebut ?

Sebelum penulis lanjutkan, pendidik dalam tulisan ini bukan hanya guru, tetapi juga orang tua dan orang dewasa yang ada di sekitar anak. Pertanyaan tersebut bisa jadi pernah kita dengar atau mungkin terlintas dalam pikiran kita.

Dalam benak kita, belajar adalah suatu aktivitas yang terstruktur, terpimpin dan menggunakan kertas, pensil dan alat tulis lainnya. Namun ada juga sebagian dari kita mempunyai anggapan yang berbeda. Namanya juga Taman Kanak-kanak, ya….tentu saja lebih banyak bermainnya.

Dari ke-2 anggapan tersebut manakah yang lebih baik ? Mari kita telaah bersama …..

Pendidikan di TK dan pra-TK atau sekarang ngetrend dengan istilah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang diterima oleh anak usia 0 – 6 tahun. PAUD mengembangkan pertama, Bidang Pengembangan Pembiasaan, yang meliputi aspek moral dan nila-nilai agama, sosial, emosonal dan kemandirian. Kedua, Kemampuan Dasar, yang meliputi aspek Berbahasa, Kognitif, Fisik-Motorik dan Seni. Ke-2 Bidang Pengembangan tersebut dapat diistilahkan dalam 3 aspek perkembangan. Yaitu Aspek perkembangan Kognitif, Afektif dan Psikomotor.

Bagaimana kegiatan pembelajarannya ?
Sebelum kita membahas kegiatan pembelajarannya, yang harus kita ketahui terlebih dahulu adalah Bagaimanakah Karakter Anak Usia Dini ?

Karakter Anak Usia Dini
Seorang Anak Usia Dini adalah sosok indivdu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan yang sangat pesat dan sangat fundamental bag kehidupan selanjutnya (Solehuddin, 1997). Aspek perkembangan Kognitif, Afektif dan Psikomotor anak terus berkembang saling terkait, mendukung dan terpadu. Selain itu, setiap anak memiliki perkembangan dengan kecepatan yang berbeda, rentang konsentrasi yang pendek dan taraf pemahamannya masih pada hal-hal yang konkret bukan abstrak.

Berdasarkan hal tersebut maka kegiatan pembelajaran PAUD bersifat terpadu atau integratif, tidak terpisah-pisah dan anak mengalami proses belajar secara langsung pada obyek dengan cara bermain. Kita sebagai pendidik, tentu saja menginginkan ke-3 aspek tersebut dapat berkembang dengan optimal. Perkembangan ke-3nya dapat optimal, jikalau hardware-nya juga berkualitas. Hardware ?

Ayah bunda……komputer terdiri dari hardware dan software. Komputer dapat menjalankan tugasnya dengan optimal, jikalau software dan hardware-nya cocok. Begitu sebaliknya, jikalau antara software dan hardware-nya ada yang tidak cocok, maka komputer tidak akan bekerja dengan optimal. Ya….tubuh si anak dapat kita umpamakan sebagai hardware dan asupan gizi, ilmu merupakan software-nya. Tubuh sebagai sarana utama seorang anak untuk tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan tubuh adalah Perkembangan motorik.

Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmani melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot yang terkoordinasi (Hurlock, 1978). Tanpa adanya perkembangan motorik, maka anak akan tetap tidak berdaya bagaikan bayi yang baru saja lahir. Apa yang bisa dilakukan bayi ? Dia hanya bisa menangis dan tidak bisa melakukan hal yang lain.

Perkembangan motorik dapat berjalan dengan baik, jikalau anak diberikan kesempatan untuk melatih ketrampilannya menggunakan tubuhnya sendiri. Berjalan, berlari, melompat, memegang, meraba, berbicara dan lainnya.

Ayah bunda, mari kita bayangkan……Ada seorang anak berusia 4 tahun, dia tidak pernah merasakan yang namanya berlari. Mengapa ia tidak pernah merasakan berlari ? Karena ia selalu dilarang berlari oleh ke-2 orang tuanya. Katanya agar ia tidak luka dan sakit kakinya, agar kendaraan tidak menabraknya atau alasan lainnya. Apa yang terjadi, ketika ia bersekolah ? Anak itu merasa khawatir dengan dirinya sendiri. Ia ingin bermain dengan temannya, tapi temannya selalu berlari. Ia akan menjadi anak yang perfomanya lambat. Teman-temannya menjadi kurang senang mengajaknya bermain. Anak ini akan mengalami kesendirian, kesedihan, kekhawatiran, hilangnya kesempatan bersosialisasi dan hal ini bisa membuat ia tidak nyaman bersekolah. Akhirnya……gairah belajarnya pun tidak muncul dengan baik dan ini akan menyebabkan perkembangan kecerdasan Intelektual, Sosial-Emosi dan Spiritualnya terhambat.

Ayah bunda……menurut Elizabeth B. Hurlock perkembangan motorik yang baik akan memberikan sumbangan yang besar pada :

Kesehatan yang Baik
Perkembangan motorik yang baik akan meningkatkan kesehatan jiwa anak. Ia akan semangat dalam melakukan aktivitasnya.

Katarsis Emosional
Latihan-latihan bagi tubuhnya (misalnya ; berlari, melompat dan bersorak) merupakan sarana anak dalam melepaskan tenaga yang tertahan dan membebaskan tubuh dari ketegangan, kegelisahan dan keputusasaan. Kemudian mereka dapat mengendurkan diri, baik secara fisik dan psikologis.

Kemandirian
Semakin banyak hal yang bisa dilakukan sendiri oleh anak, maka ia semakin besar kebahagiaan dan rasa percaya atas dirinya. Kebergantungan terhadap orang lain akan menimbulkan kekecewaan dan ketidakmampuan diri.

Hiburan Diri
Pengendalian motorik memungkinkan anak berkecimpung dalam kegiatan yang akan menimbulkan kesenangan bagi dirinya.

Sosialisasi
Percaya diri yang karena yang dimiliki anak membuatnya mampu berteman dan adanya kesempatan untuk mempelajari ketrampilan sosial. Keunggulan perkembangan motorik memungkinkan anak memainkan peran kepemimpinan.

Konsep Diri
Pengendalian motorik yang menimbulkan rasa aman secara fisik, yang akan menimbulkan rasa aman secara fisik, yang akan melahirkan rasa aman secara psikologis. Rasa aman psikologis pada gilirannya menimbukan rasa percaya diri yang umumnya mempengaruhi perilaku.

Ayah bunda dan para pendidik semua………Jangan terlalu khawatir, jika ada anak kita yang pada saat ini masih lebih senang bemain dari pada duduk manis mendengarkan guru/teman bicara di depan kelas atau mengerjakan lembar kerja. Karena perkembangan setiap anak mempunyai kecepatan yang berbeda-beda. Lagi pula, bermain akan menyenangkan hati. Hati yang senang, akan membuat setiap input yang masuk terekam dengan baik.

Ayah bunda dan kita semua……coba bandingkan hal mana yang bisa kita ingat lebih mudah, jingle iklan atau sebuah pasal Undang-undang ??????

Ayo, kita rancang kegiatan pembelajaran di rumah dan sekolah yang menarik dan menggembirakan bagi anak.
Farida, S. Hut. (tkmasjidsyuhada.com)


selengkapnya ...

Komentar terbaru

 

PG & TKIT Nur Hidayah Surakarta Copyright 2009 All Rights Reserved Baby Blog Designed by Ipietoon | All Image Presented by Online Journal | Admin By: Marsono Saputro